Bacaan
TopikKarakter Orang-orang Munafik dan Beriman (Ayat 71-80)
الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
(9:79) (Orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya punya (untuk disedekahkan) sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun ketika kaum munafik mencela para sahabat yang bersedekah. Ketika Abdurrahman bin Auf bersedekah dengan jumlah yang sangat besar, mereka menuduhnya hanya pamer (riya). Namun ketika sahabat miskin bernama Abu 'Aqil bersedekah hanya dengan satu gantang kurma hasil kerjanya semalaman, mereka mengejeknya bahwa Allah tidak butuh sedekah sekecil itu. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun berkaitan dengan sifat kaum munafik yang selalu saja mengejek para sahabat yang menyedekahkan hartanya sesuai kemampuan mereka. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Cacat Logika
Kritik dijawab dengan laknat. Orang yang mencela cara sebagian orang bersedekah dinyatakan diperolok Allah dan mendapat azab pedih. Keberatan tentang pengelolaan harta bersama tidak dijawab isinya, cuma pengkritiknya yang dijatuhi hukuman.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

