Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun tentang tokoh munafik bernama Nabtal bin al-Harith (dan juga Julas bin Suwayd) yang suka menyebar fitnah tentang Nabi. Saat dilarang oleh temannya, ia malah berkata, "Biar saja, Muhammad itu 'hanya telinga' (gampang ditipu), kita tinggal bersumpah bahwa kita tidak mengatakannya dan dia pasti percaya". (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun berkenaan dengan seorang munafik bernama Nabtal bin al-Èàriš yang rajin menghadiri majelis Nabi. Kepada orang-orang munafik lainnya ia menyebarluaskan apa yang disampaikan Nabi supaya mereka dapat menjelek-jelekkan beliau. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikPembagian Zakat dan Kritik terhadap Nabi (Ayat 60-70)
وَمِنْهُمُ الَّذِينَ يُؤْذُونَ النَّبِيَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ ۚ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ ۚ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan di antara mereka (orang munafik) ada orang-orang yang menyakiti hati Nabi (Muhammad) dan mengatakan, "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya." Katakanlah, "Dia mempercayai semua yang baik bagi kamu, dia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu." Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah akan mendapat azab yang pedih.
Logical Fallacy
Poisoning the Well - Ayat 61-68 secara sistematis mendiskreditkan orang-orang munafik terlebih dahulu, sehingga apapun yang mereka katakan atau lakukan nantinya sudah dianggap tidak dapat dipercaya.

