Bacaan
TopikPembagian Zakat dan Kritik terhadap Nabi (Ayat 60-70)
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
(9:60) Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
Moral
Salah satu pos zakat disebut untuk memerdekakan hamba sahaya, dan pos lain untuk melunakkan hati orang yang baru masuk. Yang pertama mengakui perbudakan sebagai keadaan yang berjalan dan mengurusnya dari dalam, bukan menghapusnya; yang kedua memakai uang untuk memelihara kesetiaan.
Kontradiksi
Kontra 2:177 dan 90:13. Zakat di ayat ini punya pos untuk memerdekakan hamba sahaya, sama seperti dua ayat itu yang memuji pembebasan perbudakan, sedangkan 4:24, 4:25, dan 23:6 tetap mengatur pemilikan dan pemakaian hamba sahaya. Yang satu membebaskan sebagian, yang lain menjaga lembaganya tetap ada.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

