Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun saat kaum Yahudi Madinah dan Nasrani Najran kecewa karena arah kiblat diubah ke Ka'bah. Sebelumnya mereka sangat berharap Nabi terus salat menghadap kiblat mereka dan perlahan mengikuti agama mereka.
TopikTugas Rasulullah dan Sikap Ahli Kitab (119-121)
وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)." Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.
Logical Fallacy
Circular Reasoning — 'Petunjuk Allah itulah satu-satunya petunjuk yang sebenarnya' adalah pernyataan tautologis; petunjuk dianggap benar karena berasal dari Allah, tanpa kriteria verifikasi independen.
Moral Concern
(Ayat 2:120): Mengunci doktrin kecurigaan abadi dengan menyatakan bahwa orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela sampai umat Islam tunduk pada agama mereka. Doktrin ini menutup pintu dialog sejati dan memelihara segregasi sosial yang memecah belah.

