Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 120

Bacaan

TopikTugas Rasulullah dan Sikap Ahli Kitab (119-121)

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

(2:120) Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)." Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun saat kaum Yahudi Madinah dan Nasrani Najran kecewa karena arah kiblat diubah ke Ka'bah. Sebelumnya mereka sangat berharap Nabi terus salat menghadap kiblat mereka dan perlahan mengikuti agama mereka.

Cacat Logika

Pengulangan yang berbentuk alasan (tautologi). Desakan mereka dijawab bahwa petunjuk Allah itulah petunjuk. Kalimat ini benar dengan sendirinya dan tidak memuat keterangan yang bisa membedakan satu klaim petunjuk dari klaim petunjuk lainnya.

Moral

(Ayat 2:120): Mengunci doktrin kecurigaan abadi dengan menyatakan bahwa orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela sampai umat Islam tunduk pada agama mereka. Doktrin ini menutup pintu dialog sejati dan memelihara segregasi sosial yang memecah belah.