Qurai

At-Taubah (Pengampunan) Ayat 24

Bacaan

TopikDasar Pemisahan antara Kaum Beriman dan Musyrikin (Ayat 16-24)

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

(9:24) Katakanlah, "Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun menegur para sahabat di Makkah yang enggan berhijrah ke Madinah karena merasa kasihan saat istri dan anak-anak mereka meratap memohon agar mereka tidak pergi meninggalkan keluarga dan harta benda.

Cacat Logika

Pilihan yang dipersempit sampai dua (false dilemma). Cinta kepada ayah, anak, saudara, istri, dan harta disodorkan sebagai lawan dari cinta kepada Allah dan Rasul serta jihad. Kemungkinan keduanya berjalan bersama tidak diberi tempat.

Moral

Cinta kepada orang tua, anak, saudara, dan pasangan dipertentangkan dengan cinta kepada Allah dan jihad, dan yang memilih keluarga disebut fasik. Susunan begitu memakai ikatan keluarga sebagai ujian kesetiaan, cara yang sama dipakai kelompok mana pun yang perlu memutus orang dari lingkungan asalnya.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria