Bacaan
TopikMasjid, Kiblatullah, dan Kesatuan Arah Ibadah (114-118)
وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ لَوْلَا يُكَلِّمُنَا اللَّهُ أَوْ تَأْتِينَا آيَةٌ ۗ كَذَٰلِكَ قَالَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِثْلَ قَوْلِهِمْ ۘ تَشَابَهَتْ قُلُوبُهُمْ ۗ قَدْ بَيَّنَّا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata, "Mengapa Allah tidak berbicara dengan kita atau datang tanda-tanda (kekuasaan-Nya) kepada kita?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah berkata seperti ucapan mereka itu. Hati mereka serupa. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang yakin.
Logical Fallacy
Begging the Question — Pertanyaan 'mengapa Allah tidak berbicara langsung kepada kita?' direspons dengan referensi ke generasi sebelumnya yang berkata hal serupa; ini mendiskreditkan penanya dengan perbandingan historis, bukan menjawab substansinya.
Contradiction
Kontradiksi dengan 2:62 yang menyatakan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) yang beriman akan mendapat pahala. Mengapa kemudian ada permusuhan terhadap mereka? Kontradiksi dengan 2:256 (tidak ada paksaan dalam agama): jika tidak ada paksaan, mengapa ada ancaman neraka untuk penolak?

