Bacaan
TopikKetentuan Jumlah dalam Perang (Ayat 64-66)
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ ۚ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ
(8:65) Wahai Nabi (Muhammad)! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti.368
Catatan Depag
*368) Mereka tidak mengerti bahwa berperang itu haruslah untuk membela keyakinan dan menaati perintah Allah. Mereka berperang hanya semata-mata mempertahankan tradisi jahiliah dan maksud-maksud duniawi lainnya.
Kritik
Perbandingan satu lawan sepuluh di ayat ini diturunkan jadi satu lawan dua di ayat berikutnya, dengan alasan Allah mengetahui ada kelemahan pada mereka. Ini salah satu contoh naskh yang paling jelas di dalam Al-Qur'an: dua ayat berdampingan, yang kedua meringankan yang pertama, dan keduanya tetap berdiri di dalam mushaf.
Cacat Logika
Perbandingan kekuatan dipakai sebagai bukti keimanan. Dua puluh orang yang sabar disebut sanggup mengalahkan dua ratus. Hasil pertempuran ditentukan senjata, medan, dan siasat, jadi angka perbandingan itu tidak bisa dipakai untuk mengukur iman siapa pun.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

