Bacaan
TopikMasjid, Kiblatullah, dan Kesatuan Arah Ibadah (114-118)
وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
(2:115) Dan milik Allah timur dan barat. Ke manapun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun untuk memberikan keringanan saat sekelompok sahabat dalam perjalanan malam yang gelap tidak mengetahui arah kiblat, sehingga mereka salat ke arah yang berbeda-beda. Riwayat lain menyebutkan ini terkait salat gaib Nabi atas Raja Najasyi yang selama hidupnya salat menghadap Baitul Maqdis. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun untuk memberi penjelasan bahwa kemana pun seseorang menghadap—karena tidak bisa menentukan arah kiblat akibat mendung atau semisalnya—selama itu ditujukan untuk mencari keridaan Allah, ia akan menemukannya di sana. Ada beberapa riwayat tentang sebab nuzul ayat ini, beberapa di antaranya adalah: (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Kontradiksi
Kontra 7:54 dan 20:5. Ayat ini menyebut ke mana pun orang menghadap di sanalah wajah Allah, sedangkan 7:54 dan 20:5 menempatkan Allah bersemayam di atas Arsy. Ada di segala arah dan bertahta di satu tempat sulit dipegang bersamaan, dan perdebatan kalam berabad-abad tumbuh tepat di celah ini.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

