Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkenaan dengan penguasa Romawi (Titus) yang menghancurkan Baitul Maqdis dan membakar Taurat. Pendapat lain menyebutkan ayat ini ditujukan kepada kaum musyrik Makkah yang menghalangi umat Islam beribadah di Masjidil Haram.
TopikMasjid, Kiblatullah, dan Kesatuan Arah Ibadah (114-118)
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya, dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang berat.
Logical Fallacy
False Equivalence + Ad Hominem — Menghalangi penyebutan nama Allah di masjid disamakan dengan 'kezaliman terbesar'; generalisasi ini mengabaikan perbedaan konteks dan motivasi yang sangat beragam.
Moral Concern
(Ayat 2:114): Mengancam dengan kehinaan dunia dan azab berat di akhirat bagi siapa saja yang menghalangi kegiatan di masjid. Ancaman otoriter dan despotik untuk membungkam setiap bentuk resistensi terhadap dominasi agama.

