Al-A'raf (Tempat Tertinggi) Ayat 179

Bacaan

TopikPerumpamaan Orang yang Meninggalkan Ayat-ayat Allah (Ayat 175-179)

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

(7:179) Dan Sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.

Kritik

Pernyataan puitis "Mereka memiliki hati yang tidak digunakan untuk memahami..." sama sekali bukan wahyu ketuhanan atau doktrin determinisme yang orisinal, melainkan sebatas pinjaman literatur dari kitab Yesaya (6:10). Kutipan Alkitab ini dimasukkan semata-mata sebagai rasionalisasi dan alat penghibur psikologis bagi Muhammad akibat keras kepalanya audiens yang menolak tunduk pada otoritas ajarannya.

Cacat Logika

Ad Hominem: Orang yang tidak percaya disamakan dengan 'binatang ternak, bahkan lebih sesat' — menyerang martabat lawan bicara, bukan membahas argumen mereka secara substantif.

Sains

Ayat 179 (sudah ada SE) — skip