Bacaan
TopikPerjanjian Primordial (Perjanjian 'Alastu) (Ayat 172-174)
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), "Bukanlah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,"
Scientific Error
Ayat 172 (perjanjian 'alastu) mengklaim Allah mengeluarkan semua keturunan Adam dari 'sulbi' (tulang belakang) mereka dan mengambil kesaksian. Ini bertentangan dengan embriologi: manusia berasal dari sel telur yang dibuahi, bukan dari 'sulbi'. Tidak ada mekanisme biologis untuk 'mengeluarkan' semua keturunan manusia sebelum kelahiran. Konsep ini juga bertentangan dengan epigenetika modern tentang bagaimana identitas dan ingatan terbentuk.
Contradiction
Ayat 172 (perjanjian 'alastu) mengklaim semua manusia pernah bersaksi kepada Allah sebelum lahir. Kontradiksi dengan Q16:78 yang menyatakan Allah mengeluarkan manusia dari rahim ibu mereka 'tidak mengetahui apa-apa'. Jika manusia pernah bersaksi kepada Allah sebelum lahir, mengapa Q16:78 menyatakan mereka lahir tanpa pengetahuan? Kontradiksi antara 'pernah bersaksi secara sadar' (Q7:172) dan 'lahir tanpa pengetahuan' (Q16:78).

