Bacaan
TopikAdab Berkomunikasi dan Hasad Ahli Kitab (104-105)
مَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِنْ خَيْرٍ مِنْ رَبِّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
(2:105) Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika umat Islam mengajak sekutu Yahudi mereka untuk masuk Islam, namun kaum Yahudi menolak dan beralasan bahwa agama baru tersebut tidak lebih baik dari ajaran yang mereka miliki.
Kritik
Ayat 105 (Interpolasi & Tata Bahasa): Kata "orang-orang musyrik" (idolators) di dalam ayat ini dinilai oleh pakar (seperti Richard Bell) sebagai sisipan tambahan karena membuat susunan tata bahasanya menjadi tidak rata
Cacat Logika
Menyimpulkan isi hati (mind reading). Ahli Kitab dan orang musyrik disebut tidak menginginkan kebaikan turun kepada Muhammad. Keinginan orang lain tidak bisa diperiksa, dan tuduhan ini membuat setiap keberatan mereka lebih dulu terbaca sebagai niat buruk.