Al-A'raf (Tempat Tertinggi) Ayat 162

Bacaan

TopikKisah Dua Belas Mata Air dan Manna Salwa (Ayat 160-162)

فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَظْلِمُونَ

(7:162) Maka orang-orang yang zalim di antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka,346) maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.

Catatan Depag

*346) Mereka diperintahkan untuk mengucap, “ḥiṭṭatun” (mohon dilepaskan dari dosa) namun mereka mengubah sambil mencemooh dan mengucapkan, ”ḥinṭatun” (berarti gandum).

Cacat Logika

Post Hoc Ergo Propter Hoc: Azab dari langit dikaitkan langsung dengan ketidakpatuhan terhadap aturan tertentu — kausalitas supranatural tanpa mekanisme yang dapat diverifikasi.