Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 104

Bacaan

TopikAdab Berkomunikasi dan Hasad Ahli Kitab (104-105)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقُولُوا رَاعِنَا وَقُولُوا انْظُرْنَا وَاسْمَعُوا ۗ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(2:104) Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, "Rā'inā",43) tetapi katakanlah, "Unẓurnā", dan dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.

Catatan Depag

*43) Rā'inā artinya perhatikanlah kami. Tetapi orang Yahudi bersungut mengucapkannya, sehingga yang mereka maksud ialah Ru'ūnah yang artinya bodoh sekali, sebagai ejekan kepada Rasulullah. Itulah sebabnya Allah menyuruh sahabat-sahabat menukar Rā'inā dengan Unẓurnā yang sama artinya dengan Rā'inā.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun karena kaum Yahudi mempermainkan kata "Ra'ina" yang sering diucapkan umat Islam. Dalam bahasa Ibrani kaum Yahudi, kata itu mengandung arti makian. Allah melarang umat Islam menggunakannya dan menggantinya dengan kata "Unzurna".

Cacat Logika

Melarang tanpa menyebut alasannya. Kata ra'ina dilarang dan diganti unzurna, lalu langsung disambung azab pedih bagi orang kafir. Apa yang salah dengan kata itu tidak diterangkan, sedangkan akibat bagi yang tidak menurut sudah disebutkan lebih dulu.

Moral

Hukuman Kolektif Linguistik: Orang kafir yang menggunakan kata ini 'mendapat azab yang pedih' — hukuman neraka atas penggunaan kata yang ambigu adalah respons yang tidak proporsional.