Al-A'raf (Tempat Tertinggi) Ayat 155

Bacaan

TopikKisah Anak Lembu Emas (Ayat 148-157)

وَاخْتَارَ مُوسَىٰ قَوْمَهُ سَبْعِينَ رَجُلًا لِمِيقَاتِنَا ۖ فَلَمَّا أَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ أَهْلَكْتَهُمْ مِنْ قَبْلُ وَإِيَّايَ ۖ أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاءُ مِنَّا ۖ إِنْ هِيَ إِلَّا فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاءُ وَتَهْدِي مَنْ تَشَاءُ ۖ أَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۖ وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ

(7:155) Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, "Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau binasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang berakal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki.343) Engkaulah pemimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah Pemberi ampun yang terbaik."

Catatan Depag

*343) Perbuatan mereka membuat patung anak sapi dan menyembahnya itu adalah suatu cobaan dari Allah untuk menguji mereka, siapa yang sebenarnya kuat imannya dan siapa yang masih ragu-ragu. Orang yang lemah imannya itulah yang mengikuti Samiri dan menyembah patung anak sapi itu. Tetapi orang yang kuat imannya, tetap dalam keimanannya.

Cacat Logika

Petitio Principii: Musa menyatakan bahwa Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki — mengonfirmasi predestinasi ilahi yang kemudian dijadikan justifikasi mengapa manusia bisa sesat meski sudah percaya.

Moral

(7:155): Mengonfirmasi adanya rekayasa spiritual yang mematikan, di mana musibah diakui sebagai cobaan yang sengaja dirancang agar Tuhan bisa menyesatkan siapa pun yang Dia kehendaki.

Kontradiksi

Ayat 155 menceritakan Musa memilih 70 orang untuk memohon tobat, tapi mereka disambar petir dan mati, lalu dihidupkan kembali. Q2:55-56 menceritakan hal serupa tentang Bani Israel yang disambar petir setelah meminta melihat Allah. Tidak jelas apakah ini dua kejadian berbeda atau satu kejadian yang sama dengan detail berbeda. Inkonsistensi: Q7:155 konteksnya meminta tobat atas anak sapi, Q2:55 konteksnya meminta melihat Allah.