Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 4

Bacaan

TopikPembukaan: Sifat Orang Beriman (1-5)

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

(2:4) dan mereka beriman kepada (Al-Qur`an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau,7) dan mereka yakin akan adanya akhirat.

Catatan Depag

*7) Yang diturunkan kepada Nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ialah: Taurat, Zabur, Injil dan Suḥuf (lembaran-lembaran) yang tidak seperti Kitab.

Kritik

(2:1-5): Huruf muqattaah sebagai gimmick misterius — Pembukaan dengan Alif Lam Mim yang maknanya tidak jelas menciptakan aura esoteris yang menghambat evaluasi kritis. Klaim "kitab tanpa keraguan" (la raiba fiihi) adalah circular reasoning — sumber yang sedang diperdebatkan memvalidasi dirinya sendiri.

Cacat Logika

Penalaran melingkar (circular reasoning). Orang beriman didefinisikan sebagai yang percaya pada Al-Qur'an dan kitab-kitab sebelumnya. Definisi itu memakai kebenaran kitab-kitab tersebut sebagai titik berangkat, padahal justru itu yang sedang dipersoalkan.