Bacaan
TopikBani Israel Setelah Keluar dari Mesir (Ayat 138-147)
وَوَاعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ۚ وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ
Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun, "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan."
Contradiction
Ayat 142 menyebut Musa dijanjikan 30 malam oleh Allah lalu disempurnakan 10 malam menjadi 40. Q2:51 dan Q26:52 hanya menyebut '40 malam' tanpa detail 30+10. Pertanyaan: apakah penambahan 10 malam adalah perubahan rencana ilahi? Jika Allah Mahatahu, mengapa rencana awal 30 malam perlu direvisi? Ini menciptakan masalah teologis tentang kemahatahuan ilahi.

