Bacaan
TopikSikap Bani Israel dan Penolakan terhadap Malaikat Jibril (94-99)
مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ
(2:98) Siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun berkaitan dengan Umar bin Khattab yang berdialog dengan kaum Yahudi. Ketika kaum Yahudi menyatakan permusuhan kepada Jibril dan hanya mengakui Mikail sebagai teman, Umar menegaskan bahwa barangsiapa memusuhi salah satu dari malaikat Allah, maka ia memusuhi semuanya.
Cacat Logika
Pembelahan yang menutup pilihan tengah (false dilemma). Memusuhi satu pihak dalam daftar itu langsung berarti Allah memusuhi orang tersebut. Beda pendapat tentang siapa yang membawa wahyu diperlakukan sama dengan permusuhan terhadap Allah sendiri.
Moral
Allah menyatakan diri sebagai musuh orang kafir. Permusuhan yang ditetapkan dari atas menempatkan orang yang berbeda keyakinan sebagai lawan, dan sikap itu turun ke pengikutnya sebagai perkara yang sudah selesai diputuskan.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

