Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 98

Bacaan

TopikSikap Bani Israel dan Penolakan terhadap Malaikat Jibril (94-99)

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

(2:98) Siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun berkaitan dengan Umar bin Khattab yang berdialog dengan kaum Yahudi. Ketika kaum Yahudi menyatakan permusuhan kepada Jibril dan hanya mengakui Mikail sebagai teman, Umar menegaskan bahwa barangsiapa memusuhi salah satu dari malaikat Allah, maka ia memusuhi semuanya.

Cacat Logika

Pembelahan yang menutup pilihan tengah (false dilemma). Memusuhi satu pihak dalam daftar itu langsung berarti Allah memusuhi orang tersebut. Beda pendapat tentang siapa yang membawa wahyu diperlakukan sama dengan permusuhan terhadap Allah sendiri.

Moral

(Ayat 2:98): Tuhan secara eksplisit memproklamirkan diri-Nya sebagai "musuh bagi orang-orang kafir", melegitimasi kebencian dan permusuhan abadi di dunia nyata antara orang beriman dengan semua manusia yang berbeda pandangan.

Kontradiksi

Kontradiksi dengan 2:62 yang menyatakan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) yang beriman akan mendapat pahala. Mengapa kemudian ada permusuhan terhadap mereka? Kontradiksi dengan 2:256 (tidak ada paksaan dalam agama): jika tidak ada paksaan, mengapa ada ancaman neraka untuk penolak?