Bacaan
TopikPelajaran dari Kaum-kaum Terdahulu (Ayat 94-102)
وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَخَذْنَا أَهْلَهَا بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ
Dan Kami tidak mengutus seorang Nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan Nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka (tunduk dengan) merendahkan diri.
Logical Fallacy
Post Hoc Ergo Propter Hoc: Bencana yang menimpa negeri dinyatakan sebagai respons atas kelalaian penduduknya — mengklaim hubungan kausalitas supranatural antara perilaku manusia dan kejadian alam.
Moral Concern
(7:94-95): Memperlihatkan sifat manipulatif Tuhan yang sengaja merekayasa siklus penderitaan dan kesenangan untuk menjebak suatu kaum agar mereka lengah, sebelum akhirnya disiksa secara tiba-tiba tanpa disadari.

