Bacaan
TopikSikap Bani Israel dan Penolakan terhadap Malaikat Jibril (94-99)
قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ
(2:97) Katakanlah (Muhammad), "Siapa yang menjadi musuh Jibril, maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (Al-Qur`an) ke dalam hatimu dengan izin Allah membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman."
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun ketika para pendeta Yahudi bertanya kepada Nabi tentang malaikat yang membawa wahyu kepadanya. Saat Nabi menjawab Malaikat Jibril, mereka menolak beriman karena menganggap Jibril adalah musuh yang sering membawa azab dan peperangan. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) (97-98) Kaum Yahudi sangat memusuhi Jibril karena menganggapnya pembawa permusuhan, peperangan, dan azab. Menanggapi hal itu, Allah melalui ayat di atas menegaskan bahwa memusuhi Jibril sama dengan memusuhi Allah, Tuhan yang telah mengutusnya. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Kontradiksi
Kontra 16:102 dan 26:193. Ayat ini menyebut Jibril yang menurunkan Al-Qur'an, sedangkan 16:102 menyebut Ruhulkudus dan 26:193 menyebut Ruhulamin. Tiga nama untuk satu pekerjaan, tanpa satu pun ayat yang menerangkan hubungan ketiganya.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

