Bacaan
TopikKisah Nabi Syu'aib dan Penduduk Madyan (Ayat 85-93)
وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Dan kepada penduduk Madyan, Kami (utus) Syu'aib, saudara mereka sendiri. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah. Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan jangan kamu merugikan orang sedikit pun. Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu orang beriman."
Kritik
(7:85) John Wansbrough melakukan kritik sastra (literary analysis) terhadap kisah Nabi Syu'aib yang muncul di ayat-ayat ini (serta di Surat 26). Ia menyoroti perbedaan presentasi cerita di antara surat-surat tersebut, dan menganggap hanya versi di Surat Al-A'raf yang ceritanya utuh, sementara yang lain tidak lengkap. Wansbrough menyimpulkan bahwa perbedaan ini mengindikasikan adanya intervensi atau penggabungan berbagai tradisi lisan, di mana Al-Qur'an menyalin motif-motif yang sudah ada dari Alkitab/Bibel. (Tidak dicantumkan)

