Bacaan
TopikKebesaran Allah sebagai Pencipta dan Penguasa (Ayat 54-58)
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.
Kritik
- Ayat 56 (Kesalahan Kesesuaian Gender/Concord): Teks menyatakan "Rahmat Allah itu dekat" (inna rahmata Allahi qaribun). Rahmat (rahmah) adalah kata benda feminin, sehingga kata sifat "dekat" (qarib) secara gramatikal harus menyesuaikan menjadi feminin yakni qaribatun, bukan maskulin qaribun
- Ayat 41 dan 55-56 (Potongan yang Tercecer dan Disisipkan): Kata tajri min tahtihimi l-'anharu di ayat 41 letaknya keliru dan seharusnya tersambung langsung setelah kata khaliduna di ayat 40 Sementara itu, narasi di ayat 55-56 yang awalnya membahas perumpamaan kebangkitan tanah yang mati, diubah secara kasar dengan sisipan kalimat untuk menguatkan doktrin kebangkitan manusia, yang ditandai dengan perubahan kata ganti orang secara tiba-tiba dan dipaksakan

