Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 94

Bacaan

TopikSikap Bani Israel dan Penolakan terhadap Malaikat Jibril (94-99)

قُلْ إِنْ كَانَتْ لَكُمُ الدَّارُ الْآخِرَةُ عِنْدَ اللَّهِ خَالِصَةً مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

(2:94) Katakanlah (Muhammad), "Jika negeri akhirat di sisi Allah, khusus untukmu saja bukan untuk orang lain, maka mintalah kematian jika kamu orang yang benar."

Kritik

(2:94-121): Delegitimasi kritik — Menyatakan bahwa Yahudi menolak Muhammad karena "hasad" (iri hati) mengabaikan kemungkinan bahwa penolakan tersebut berdasarkan evaluasi kritis yang valid. Ini adalah ad hominem — menyerang motif lawan ketimbang merespons argumen mereka.

Cacat Logika

Ujian yang tidak menguji apa pun (non sequitur). Mereka diminta meminta kematian kalau memang yakin akhirat khusus untuk mereka. Keengganan mati bisa lahir dari banyak hal selain keraguan, jadi hasil ujian ini tidak menunjukkan yang hendak ditunjukkan.

Moral

(Ayat 2:94-96): Mengeneralisasi dan memberikan stereotip negatif kepada seluruh orang Yahudi sebagai ras yang "paling tamak akan kehidupan", bahkan lebih tamak dari kaum musyrik. Ayat ini meletakkan fondasi kebencian etnis dan sentimen antisemitisme.

Kontradiksi

Kontradiksi dengan 2:62 yang menyatakan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) yang beriman akan mendapat pahala. Mengapa kemudian ada permusuhan terhadap mereka? Kontradiksi dengan 2:256 (tidak ada paksaan dalam agama): jika tidak ada paksaan, mengapa ada ancaman neraka untuk penolak?