Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 3

Bacaan

TopikPembukaan: Sifat Orang Beriman (1-5)

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

(2:3) (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan6) sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,

Catatan Depag

*6) Pengertian menginfakkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, riset ilmiah dan lain-lain.

Kritik

Catatan DEPAG pada ayat ini melebar-kan makna 'jihad' menjadi meliputi 'pembangunan perguruan, rumah sakit, riset ilmiah dan lain-lain'. Ini merupakan penafsiran modernis/penyempitan makna jihad yang menyimpang dari pengertian klasikal jihad sebagai peperangan (qital) di jalan Allah. Penafsiran ini melembutkan konsep jihad yang terdapat dalam teks asli.

Cacat Logika

Menjadikan ketidakterbuktian sebagai syarat. Ciri pertama orang bertakwa adalah beriman kepada yang gaib, yaitu justru pada hal yang menurut definisinya tidak bisa diperiksa. Permintaan bukti disingkirkan lewat syarat masuk, bukan dijawab.

Kontradiksi

Ayat 3–5 memuji orang yang beriman kepada yang gaib tanpa mempertanyakannya sebagai ciri ketakwaan. Ini bertentangan dengan Q16:44 dan Q21:7 yang memerintahkan agar orang bertanya kepada ahli pengetahuan. Juga bertentangan dengan Q3:190–191 yang memuji orang yang berpikir dan merenung. Iman buta tanpa pertanyaan vs. perintah berpikir kritis.