Al-An'am (Binatang Ternak) Ayat 164

Bacaan

TopikGanjaran, Nasihat Terakhir, dan Khilafah Manusia

قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

(6:164) Katakanlah (Muhammad), "Apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang, dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan."

Cacat Logika

Pertanyaan yang sudah memuat jawabannya (loaded question). Ditanyakan patutkah mencari tuhan selain Allah padahal Dia Tuhan segala sesuatu. Kedudukan yang seharusnya dibuktikan sudah dipasang di dalam pertanyaannya.

Kontradiksi

QS 6:164 menyatakan setiap orang menanggung dosanya sendiri. Bertentangan dengan QS 29:12-13 yang menyatakan orang kafir akan menanggung dosa orang yang mereka sesatkan — beban dosa bisa berpindah ke orang lain.