Bacaan
TopikGanjaran, Nasihat Terakhir, dan Khilafah Manusia
قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۚ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. Dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik."
Logical Fallacy
Argumentum ad Antiquitatem (Appeal to Tradition): Jalan lurus didefinisikan sebagai 'agama Ibrahim yang lurus' — menggunakan figur historis sebagai legitimasi tanpa argumen substantif tentang kebenaran ajaran.

