Qurai

Al-An'am (Binatang Ternak) Ayat 137

Bacaan

TopikKritik atas Adat Ritual Musyrik

وَكَذَٰلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرٍ مِنَ الْمُشْرِكِينَ قَتْلَ أَوْلَادِهِمْ شُرَكَاؤُهُمْ لِيُرْدُوهُمْ وَلِيَلْبِسُوا عَلَيْهِمْ دِينَهُمْ ۖ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

(6:137) Dan demikianlah sekutu-sekutu (setan) mereka menjadikan tampak indah bagi kebanyakan orang-orang musyrik membunuh anak-anak mereka, untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri.326 Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya. Biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.

Catatan Depag

*326) Sebagian orang Arab adalah penganut syariat Ibrahim. Nabi Ibrahim -'alaihissalām- pernah diperintah Allah mengurbankan anaknya Ismail. Kemudian pemimpin-pemimpin agama mereka mengaburkan pengertian berkurban itu, sehingga dapat menanamkan kepada pengikut-pengikutnya rasa memandang baik membunuh anak-anak mereka dengan alasan mendekatkan diri kepada Allah, padahal alasan yang sesungguhnya ialah karena takut miskin dan takut ternoda.

Cacat Logika

Alasan yang mematahkan dirinya sendiri (self-contradiction). Pembunuhan anak disebut dijadikan tampak indah oleh sekutu-sekutu mereka, lalu ditambahkan bahwa kalau Allah menghendaki mereka tidak akan melakukannya. Sebab dan pertanggungjawaban diletakkan pada pihak yang berbeda.

Moral

Pembunuhan anak oleh orang musyrik dicela, lalu ditutup dengan pernyataan bahwa kalau Allah menghendaki mereka tidak akan melakukannya. Kalimat penutup itu menaruh kematian anak-anak itu di dalam kehendak yang membiarkannya terjadi.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria