Bacaan
TopikKritik atas Adat Ritual Musyrik
وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَٰذَا لِشُرَكَائِنَا ۖ فَمَا كَانَ لِشُرَكَائِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَائِهِمْ ۗ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ
Dan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, "Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami." Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka.325) Sangat buruk ketetapan mereka itu.
Catatan Depag
*325) Diriwayatkan bahwa hasil tanaman dan hewan ternak yang mereka peruntukkan kepada Allah, mereka berikan kepada fakir miskin dan amal sosial bahkan kepada berhala. Sedangkan yang diperuntukkan bagi berhala-berhala, diberikan kepada penjaga-penjaga berhala tidak untuk fakir miskin atau amal sosial. Kebiasaan itu sangat dilaknat Allah.
Kritik
Ayat-ayat yang mengecam musuh-musuhnya karena mendedikasikan hasil panen, ternak, zaitun (olives), dan delima membuktikan secara geografis sebuah fakta historis yang fatal bagi geografi tradisional Islam,,. Bukti kuat bahwa audiens Al-Qur'an adalah masyarakat petani pembudidaya gandum, anggur, dan zaitun secara definitif memastikan bahwa latar asli lahirnya Al-Qur'an bukanlah lembah tandus Mekkah, melainkan teritori agraris Mediterania, persisnya di Suriah selatan atau wilayah Arabia Utara,.
Logical Fallacy
Straw Man: Praktik ritual musyrik tentang pembagian hasil bumi dikritik dengan menyederhanakan motivasi dan logika di balik praktik tersebut.

