Qurai

Al-An'am (Binatang Ternak) Ayat 125

Bacaan

TopikIman Sejati Versus Kekafiran

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

(6:125) Barang siapa yang dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

Cacat Logika

Alasan yang mematahkan dirinya sendiri (self-contradiction). Lapang atau sempitnya dada disebut ditentukan oleh kehendak-Nya, lalu kesempitan itu disebut sebagai siksa bagi yang tidak beriman. Keadaan yang dipasang dari luar dipakai sebagai dasar penilaian.

Moral

Lapang atau sempitnya dada seseorang untuk menerima disebut ditentukan dari luar dirinya, lalu kesempitan itu sendiri disebut siksa. Orang yang tidak bisa menerima dihukum atas keadaan yang bukan pilihannya.

Sains

Ayat 125 menggambarkan dada yang sempit dan sesak seolah sedang mendaki ke langit, dan sebagian penulis modern membacanya sebagai pengetahuan tentang menipisnya udara di ketinggian. Sesak napas waktu mendaki gunung gejala yang bisa dialami siapa saja tanpa alat, dan sudah dicatat penulis Yunani serta Cina jauh sebelumnya. Kalimatnya sendiri kiasan tentang orang yang menolak.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria