Bacaan
TopikIman Sejati Versus Kekafiran
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا ۖ وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
(6:123) Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat323) agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya.
Catatan Depag
*323) Menurut sebagian mufasir, Akābira mujrimīhā artinya ialah para penjahat-penjahat besar.
Cacat Logika
Alasan yang mematahkan dirinya sendiri (self-contradiction). Pembesar yang jahat disebut dijadikan di tiap negeri agar melakukan tipu daya, lalu disebut mereka hanya menipu diri sendiri. Yang menempatkan mereka dan yang menghitung akibatnya pihak yang sama.
Moral
Legitimasi Kepemimpinan Jahat sebagai Takdir Ilahi: Klaim Allah "menjadikan pembesar-pembesar jahat" di setiap negeri menciptakan fatalism tentang korupsi kepemimpinan — membenarkan penerimaan pasif atas struktur kekuasaan yang tidak adil.