Qurai

Al-An'am (Binatang Ternak) Ayat 122

Bacaan

TopikIman Sejati Versus Kekafiran

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

(6:122) Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat ke luar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir apa yang mereka kerjakan.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun membandingkan Hamzah bin Abdul Muthalib dan Abu Jahl. Hamzah yang tadinya mati (dalam kekafiran) dihidupkan Allah dengan hidayah (masuk Islam) setelah ia memukul Abu Jahl yang melemparkan kotoran hewan kepada Nabi. Riwayat lain menyebut ini perbandingan antara Umar bin Khattab (yang diberi cahaya) dan Abu Jahl (yang berada dalam kegelapan).

Cacat Logika

Perumpamaan yang menentukan hasilnya sendiri (false analogy). Yang menerima digambarkan seperti orang mati yang dihidupkan dan diberi cahaya, yang menolak seperti orang yang terkurung dalam gelap. Perumpamaan ini sudah memuat kesimpulannya sebelum alasan kedua pihak dibandingkan.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria