Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun membandingkan Hamzah bin Abdul Muthalib dan Abu Jahl. Hamzah yang tadinya mati (dalam kekafiran) dihidupkan Allah dengan hidayah (masuk Islam) setelah ia memukul Abu Jahl yang melemparkan kotoran hewan kepada Nabi. Riwayat lain menyebut ini perbandingan antara Umar bin Khattab (yang diberi cahaya) dan Abu Jahl (yang berada dalam kegelapan).
TopikIman Sejati Versus Kekafiran
أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat ke luar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir apa yang mereka kerjakan.
Logical Fallacy
False Equivalence: Membandingkan orang beriman dengan 'yang sudah mati kemudian dihidupkan' adalah analogi yang tidak proporsional dan berlebihan.

