Bacaan
TopikKeteguhan Kekafiran Meski Ada Bukti
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
(6:112) Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh, yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama (kebohongan) yang mereka ada-adakan.
Cacat Logika
Menutup keberatan sebelum diajukan (poisoning the well). Penentang tiap nabi disebut setan dari kalangan manusia dan jin yang membisikkan perkataan indah sebagai tipuan. Ucapan yang bagus lebih dulu diberi label tipuan, sebelum isinya diperiksa.
Moral
Labeling Oposisi sebagai Setan: Menyebut penentang sebagai "setan-setan manusia dan jin" adalah dehumanisasi total yang menolak kemungkinan bahwa mereka memiliki argumen yang perlu ditanggapi.