Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat-ayat ini turun ketika para pemuka Quraisy bersumpah akan masuk Islam asalkan Nabi bisa mendatangkan mukjizat sesuai permintaan mereka, seperti menghidupkan orang mati atau mengubah bukit Shafa menjadi emas murni. Allah memberitahu Nabi bahwa meskipun bukti itu didatangkan, mereka tetap tidak akan beriman.
TopikKeteguhan Kekafiran Meski Ada Bukti
وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَىٰ وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ
Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran).
Logical Fallacy
Argumentum ad Ignorantiam: Klaim bahwa bahkan dengan semua bukti mereka tidak akan beriman adalah prediksi yang tidak dapat diuji — membenarkan absennya bukti.
Moral Concern
(6:111-113): Menghancurkan konsep kehendak bebas dan tanggung jawab moral dengan menyatakan bahwa manusia tidak akan beriman jika Tuhan tidak menghendakinya, serta kebanggaan bahwa Tuhan sendiri yang sengaja menciptakan musuh (setan dan manusia) untuk saling berbisik dan menipu umat manusia.

