Al-An'am (Binatang Ternak) Ayat 110

Bacaan

TopikPetunjuk, Penolakan, dan Determinisme Ilahi

وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

(6:110) Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur`an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan.

Asbabun Nuzul

Ayat-ayat ini turun ketika para pemuka Quraisy bersumpah akan masuk Islam asalkan Nabi bisa mendatangkan mukjizat sesuai permintaan mereka, seperti menghidupkan orang mati atau mengubah bukit Shafa menjadi emas murni. Allah memberitahu Nabi bahwa meskipun bukti itu didatangkan, mereka tetap tidak akan beriman.

Cacat Logika

Alasan yang mematahkan dirinya sendiri (self-contradiction). Hati dan penglihatan mereka disebut dipalingkan, lalu mereka dibiarkan bingung dalam kesesatan. Yang memalingkan dan yang membiarkan adalah pihak yang sama dengan yang kemudian menilai.

Moral

(6:110): Mempertegas sadisme fatalistik di mana Tuhan secara aktif memalingkan hati serta penglihatan manusia dari kebenaran, lalu dengan sengaja membiarkan mereka hidup kebingungan dalam kesesatan tanpa ada harapan untuk diselamatkan.