Al-An'am (Binatang Ternak) Ayat 109

Bacaan

TopikPetunjuk, Penolakan, dan Determinisme Ilahi

وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ جَاءَتْهُمْ آيَةٌ لَيُؤْمِنُنَّ بِهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا يُشْعِرُكُمْ أَنَّهَا إِذَا جَاءَتْ لَا يُؤْمِنُونَ

(6:109) Dan Mereka bersumpah atas nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa jika datang suatu mukjizat kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepada-Nya. Katakanlah, "mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah." Dan tahukah kamu, bahwa apabila mukjizat (ayat-ayat) datang, mereka tidak juga akan beriman.322)

Catatan Depag

*322) Orang musyrik bersumpah bahwa kalau datang dari Allah mukjizat mereka akan beriman, karena itu orang mukmin mengharap kepada Nabi agar Allah menurunkan mukjizat yang dimaksud. Maka Allah menolak pengharapan orang-orang mukmin itu dengan ayat ini.

Asbabun Nuzul

Ayat-ayat ini turun ketika para pemuka Quraisy bersumpah akan masuk Islam asalkan Nabi bisa mendatangkan mukjizat sesuai permintaan mereka, seperti menghidupkan orang mati atau mengubah bukit Shafa menjadi emas murni. Allah memberitahu Nabi bahwa meskipun bukti itu didatangkan, mereka tetap tidak akan beriman.

Kritik

Ayat 87 dan 109 (Kata yang Hilang/Kurang): Di ayat 87, teks kehilangan kata kerja utamanya sehingga membingungkan; pakar menyarankan seharusnya ada kata ijtabayna Di ayat 109, frasa wa-ma yush'irukum tidak memiliki objek, yang menunjukkan ada error pada penyalinan

Cacat Logika

Bantahan yang dibuat kebal (unfalsifiability). Sumpah mereka bahwa akan beriman bila mukjizat datang dijawab bahwa mereka tetap tidak akan beriman. Permintaan bukti dijawab dengan ramalan yang tidak bisa diuji, sehingga permintaannya tidak perlu dipenuhi.

Sains

Klaim Tidak Konsisten — Muhammad Bukan Pembawa Mukjizat: Ayat ini menyatakan Muhammad tidak dikirim untuk menampilkan mukjizat — bertentangan dengan klaim mukjizat lain (pembelahan bulan di 54:1); menunjukkan tegangan internal dalam fungsi kenabian.

Kontradiksi

QS 6:109 menyatakan Allah tidak akan menurunkan tanda meski diminta karena mereka tetap tidak percaya. Namun QS 17:59 menyatakan alasan Allah tidak menurunkan tanda adalah karena umat terdahulu mendustakannya — dua alasan berbeda untuk keputusan yang sama.