Bacaan
TopikPetunjuk, Penolakan, dan Determinisme Ilahi
وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ جَاءَتْهُمْ آيَةٌ لَيُؤْمِنُنَّ بِهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا يُشْعِرُكُمْ أَنَّهَا إِذَا جَاءَتْ لَا يُؤْمِنُونَ
(6:109) Dan Mereka bersumpah atas nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa jika datang suatu mukjizat kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepada-Nya. Katakanlah, "mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah." Dan tahukah kamu, bahwa apabila mukjizat (ayat-ayat) datang, mereka tidak juga akan beriman.322
Catatan Depag
*322) Orang musyrik bersumpah bahwa kalau datang dari Allah mukjizat mereka akan beriman, karena itu orang mukmin mengharap kepada Nabi agar Allah menurunkan mukjizat yang dimaksud. Maka Allah menolak pengharapan orang-orang mukmin itu dengan ayat ini.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat-ayat ini turun ketika para pemuka Quraisy bersumpah akan masuk Islam asalkan Nabi bisa mendatangkan mukjizat sesuai permintaan mereka, seperti menghidupkan orang mati atau mengubah bukit Shafa menjadi emas murni. Allah memberitahu Nabi bahwa meskipun bukti itu didatangkan, mereka tetap tidak akan beriman.
Cacat Logika
Bantahan yang dibuat kebal (unfalsifiability). Sumpah mereka bahwa akan beriman bila mukjizat datang dijawab bahwa mereka tetap tidak akan beriman. Permintaan bukti dijawab dengan ramalan yang tidak bisa diuji, sehingga permintaannya tidak perlu dipenuhi.
Kontradiksi
Kontra 17:59. Di sini mukjizat tidak diturunkan karena mereka toh tidak akan beriman, sedangkan 17:59 menyebut alasannya umat terdahulu sudah mendustakan tanda yang serupa. Satu keputusan yang sama diberi dua alasan yang tidak saling menyebut.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

