Qurai

Al-An'am (Binatang Ternak) Ayat 108

Bacaan

TopikPetunjuk, Penolakan, dan Determinisme Ilahi

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

(6:108) Dan Janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan, tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika kaum musyrik Makkah mengancam Nabi Muhammad SAW. Mereka berkata, "Jika engkau tidak berhenti memaki dan menghina berhala-berhala kami, maka kami juga akan memaki Tuhanmu (Allah) dengan kata-kata yang kasar". (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Mulanya, sambil menyebarkan Islam, beberapa sahabat Nabi êallallàhu‘alaihi wasallam menghina sesembahan kaum musyrik. Merasa terganggudengan tindakan tersebut, mereka mengancam akan berbalik memaki Allah. Ayat ini lalu turun untuk melarang cara dakwah yang demikian. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Cacat Logika

Alasan dipindahkan ke akibatnya (appeal to consequences). Larangan memaki sesembahan mereka disandarkan pada kemungkinan mereka memaki balik. Yang dijadikan alasan akibat yang mungkin timbul, bukan keberatan terhadap perbuatan memaki itu sendiri.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria