Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika kaum musyrik Makkah mengancam Nabi Muhammad SAW. Mereka berkata, "Jika engkau tidak berhenti memaki dan menghina berhala-berhala kami, maka kami juga akan memaki Tuhanmu (Allah) dengan kata-kata yang kasar". (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Mulanya, sambil menyebarkan Islam, beberapa sahabat Nabi êallallàhu‘alaihi wasallam menghina sesembahan kaum musyrik. Merasa terganggudengan tindakan tersebut, mereka mengancam akan berbalik memaki Allah. Ayat ini lalu turun untuk melarang cara dakwah yang demikian. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikPetunjuk, Penolakan, dan Determinisme Ilahi
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Dan Janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan, tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
Logical Fallacy
Appeal to Consequences: Larangan menghina sembahan lain didasarkan pada konsekuensi (mereka akan memaki balik) bukan pada prinsip toleransi yang tulus.

