Bacaan
TopikPenolakan Atribusi Palsu kepada Allah
بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
(6:101) Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.
Cacat Logika
Perumpamaan yang tidak menopang kesimpulannya (false analogy). Kemungkinan Allah punya anak ditolak dengan alasan Dia tidak punya istri. Cara kerja keturunan pada makhluk dipakai sebagai ukuran, padahal pihak yang dibantah justru tidak mengandaikan cara itu.
Kontradiksi
Kontra 39:4. Di sini anak bagi Allah dinyatakan mustahil karena Dia tidak punya istri, sedangkan 39:4 menyebut sekiranya Allah hendak mengambil anak, Dia tinggal memilih dari ciptaan-Nya. Yang satu menutup kemungkinannya lewat cara kerja keturunan, yang lain membiarkannya terbuka sebagai pilihan yang tidak diambil.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

