Bacaan
TopikPenolakan Atribusi Palsu kepada Allah
وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ
(6:100) Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan Jin itu sekutu-sekutu Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu), dan mereka berbohong (dengan mengatakan), "Allah mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan," tanpa (dasar) pengetahuan.320) Maha Suci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka gambarkan.
Catatan Depag
*320) Mereka mengatakan bahwa Allah mempunyai anak seperti orang Yahudi mengatakan 'Uzair putera Allah, dan orang-orang musyrikin mengatakan malaikat anak-anak perempuan Allah. Mereka mengatakan demikian karena kebodohannya.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun membantah kelompok ateis/Zindiq yang berkeyakinan bahwa Allah dan Setan adalah bersaudara dan berbagi tugas: Allah menciptakan manusia dan hewan ternak yang baik, sedangkan Setan (Jin) menciptakan ular, kalajengking, dan hewan buas yang jahat.
Cacat Logika
Menyimpulkan isi hati (mind reading). Mereka disebut berbohong ketika menyandarkan anak kepada Allah. Yang dituduhkan bukan kekeliruannya melainkan kesengajaannya, dan kesengajaan tidak bisa diperiksa dari luar.
Kontradiksi
QS 6:100 mengkritik orang yang menjadikan jin sebagai sekutu Allah. Namun QS 72:1-2 (Al-Jin) menggambarkan jin yang mendengar Al-Quran dan beriman — menjadikan jin sebagai entitas bermoral. Statusnya ambigu: musuh-sekutu atau makhluk beriman?