Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun mengenai dua orang pendusta: pertama, Musaylimah Al-Kazzab yang mengaku sebagai nabi dan menerima wahyu. Kedua, Abdullah bin Sa'd bin Abi Sarh, mantan juru tulis wahyu Nabi yang murtad karena ia merasa bisa menebak kelanjutan ayat dan dengan sombong mengklaim bisa menurunkan firman seperti Allah.
TopikKonsekuensi bagi Para Pemalsu Wahyu
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَنْ قَالَ سَأُنْزِلُ مِثْلَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ
Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, "Telah diwahyukan kepadaku," padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, "Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah." (Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam sakitnya sekarat, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu." pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.
Logical Fallacy
Loaded Question: 'Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-ada kedustaan terhadap Allah?' mengandung asumsi bahwa klaim Muhammad sendiri bukan mengada-ada.
Moral Concern
(6:93): Menggambarkan kematian yang penuh dengan kekerasan fisik dan verbal, di mana malaikat memukul orang yang sekarat dan memaksa nyawa mereka keluar sambil memberikan cacian "azab yang menghinakan" akibat keengganan mereka memercayai ayat-ayat.

