Bacaan
TopikKonsekuensi bagi Para Pemalsu Wahyu
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَنْ قَالَ سَأُنْزِلُ مِثْلَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ
(6:93) Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, "Telah diwahyukan kepadaku," padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, "Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah." (Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam sakitnya sekarat, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu." pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun mengenai dua orang pendusta: pertama, Musaylimah Al-Kazzab yang mengaku sebagai nabi dan menerima wahyu. Kedua, Abdullah bin Sa'd bin Abi Sarh, mantan juru tulis wahyu Nabi yang murtad karena ia merasa bisa menebak kelanjutan ayat dan dengan sombong mengklaim bisa menurunkan firman seperti Allah.
Cacat Logika
Pertanyaan yang sudah memuat jawabannya (loaded question). Ditanyakan siapa yang lebih zalim daripada yang mengaku diwahyui padahal tidak. Ukuran untuk membedakan pengakuan yang benar dari yang palsu tidak disebutkan, padahal ukuran itulah yang dibutuhkan.
Moral
Kematian orang yang dianggap mengada-ada digambarkan dengan malaikat mengulurkan tangan dan menyuruh mereka mengeluarkan nyawanya sendiri. Sakratulmaut dipasang sebagai bagian dari hukuman, dan gambaran itu yang dipakai untuk menakuti orang yang masih hidup.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

