Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun membantah tokoh Yahudi bernama Malik bin al-Sayf (atau Fanhas) yang karena marah berdebat dengan Nabi, ia dengan gegabah mengingkari agamanya sendiri dengan mengatakan bahwa Allah tidak pernah menurunkan kitab atau wahyu apa pun kepada manusia.
TopikPewahyuan Kitab Suci dan Penolakannya
وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِذْ قَالُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ مَنْ أَنْزَلَ الْكِتَابَ الَّذِي جَاءَ بِهِ مُوسَىٰ نُورًا وَهُدًى لِلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا ۖ وَعُلِّمْتُمْ مَا لَمْ تَعْلَمُوا أَنْتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ
Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata, "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia." Katakanlah (Muhammad) "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan Kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu." Katakanlah, "Allahlah (yang menurunkannya)," kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.318)
Catatan Depag
*318) Sebagai sindiran kepada mereka seakan-akan mereka dipandang sebagai kanak-kanak yang belum berakal.
Kritik
Argumen Muhammad yang bertanya "Siapa yang menurunkan kitab yang dibawa Musa... dalam lembaran-lembaran papirus?" adalah taktik polemik yang meleset dan tidak nyambung,. Lawan-lawannya justru percaya bahwa Musa menerima wahyu melalui pendakian (ascent) secara harfiah ke surga, bukan "diturunkan" dari atas; hal ini memperlihatkan bagaimana Muhammad secara egois dan buta memaksakan model pewahyuannya sendiri pada lawan-lawannya,.
Logical Fallacy
Straw Man: Argumen lawan ('Allah tidak menurunkan sesuatu kepada manusia') disederhanakan dan dipatahkan dengan contoh Taurat — menghindari versi argumen yang lebih kuat.

