Bacaan
TopikKisah Ibrahim Menemukan Tuhan
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً ۖ إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
(6:74) Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar,316) "Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."
Catatan Depag
*316) Di antara mufasir ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Abīhi (ayahnya) ialah “pamannya”.
Cacat Logika
Penilaian yang mendahului alasannya. Ayah dan kaumnya langsung disebut berada dalam kesesatan yang nyata. Alasan mereka menyembah berhala tidak disebutkan, dan penilaiannya sudah dijatuhkan sebelum perkaranya dibuka.