Bacaan
TopikMisi Nabi dan Klaim Pengetahuan Ilahi
وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya, tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam kitab yang nyata (Lauḥ Maḥfūẓ).
Logical Fallacy
Argumentum ad Ignorantiam: Klaim tentang kunci gaib, setiap biji, dan setiap daun yang gugur tidak dapat dibuktikan maupun dibantah — argumen dari ketidaktahuan.
Scientific Error
Klaim bahwa Allah mengetahui 'kunci-kunci yang gaib' termasuk setiap daun yang jatuh — bersifat metafisik tak terpalsukan. Lebih signifikan, ini menyiratkan determinisme total yang bertentangan dengan konsep fisika kuantum tentang probabilitas dan ketidakpastian.

