Bacaan
TopikPeringatan dan Konsekuensi Kekafiran
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ
(6:46) Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda kekuasaan (Kami), tetapi mereka tetap berpaling.
Cacat Logika
Pertanyaan yang sudah memuat jawabannya (loaded question). Ditanyakan siapa selain Allah yang bisa mengembalikan pendengaran dan penglihatan kalau dicabut. Bahwa keduanya memang bisa dicabut oleh satu pihak sudah ditetapkan di dalam pertanyaannya.
Moral
Pertanyaan Loaded yang Menutup Alternatif: Framing "siapa selain Allah?" mengasumsikan tidak ada solusi alternatif — mendelegitimasi semua mekanisme pemulihan non-teistik.