Bacaan
TopikUjian melalui Penderitaan dan Hukuman Massal
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ
(6:44) Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.
Cacat Logika
Aturan yang menutup semua hasil. Kesenangan yang datang setelah mereka melupakan peringatan dijelaskan sebagai jalan menuju siksa mendadak. Kelapangan maupun kesempitan sama-sama sudah punya penjelasan, jadi keadaan apa pun tetap cocok.
Moral
(6:44-45): Menunjukkan rekayasa sosiopatik di mana Tuhan secara sengaja memberikan kesenangan agar manusia bergembira dan lengah, murni sebagai jebakan sebelum Dia menyiksa dan memusnahkan mereka sampai ke akar-akarnya secara tiba-tiba.