Bacaan
TopikUjian melalui Penderitaan dan Hukuman Massal
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ
(6:44) Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.
Cacat Logika
Aturan yang menutup semua hasil. Kesenangan yang datang setelah mereka melupakan peringatan dijelaskan sebagai jalan menuju siksa mendadak. Kelapangan maupun kesempitan sama-sama sudah punya penjelasan, jadi keadaan apa pun tetap cocok.
Moral
Kesenangan yang datang sesudah peringatan dilupakan disebut sebagai jalan menuju siksa yang datang tiba-tiba. Nikmat dipasang sebagai bagian dari hukuman, jadi hidup yang lapang pun bisa dibaca sebagai tanda bahaya, bukan sebagai kebaikan.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

