Bacaan
TopikTanda-tanda Allah dalam Penciptaan
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِي الظُّلُمَاتِ ۗ مَنْ يَشَإِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
(6:39) Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa yang dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.
Cacat Logika
Alasan yang mematahkan dirinya sendiri (self-contradiction). Pendusta disebut tuli, bisu, dan dalam gelap gulita, lalu disebut bahwa Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki. Sebab penolakan dan pertanggungjawabannya diletakkan pada pihak yang berbeda dalam satu kalimat.
Moral
(6:39): Menghancurkan konsep kehendak bebas dengan menegaskan bahwa Tuhan sengaja menyesatkan siapa pun yang Dia kehendaki, menjadikan manusia sekadar boneka yang disiksa di dalam kegelapan akibat skenario yang diciptakan Tuhan sendiri.