Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun saat Abu Jahl mengakui kepada Al-Akhnas secara sembunyi-sembunyi bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang jujur dan tidak pernah berbohong. Namun, Abu Jahl menolak beriman semata-mata karena gengsi kesukuan; ia tidak ingin Bani Qusayy memonopoli semua kehormatan termasuk kenabian. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun berkenaan dengan sikap kaum kafir terhadap Nabi êallallàhu ‘alaihi wasallam. Sebenarnya mereka tidak menuduh Nabi berdusta karena mereka mengakui Nabi sebagai orang yang jujur (al-Amìn), namun mereka mendustakan ayat-ayat Al-Qur’an yang beliau sampaikan. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikPenghiburan kepada Nabi Muhammad
قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ ۖ فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ
Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, tetapi orang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.
Logical Fallacy
Ad Hominem Tu Quoque: Mengalihkan dari pertanyaan tentang bukti dengan mengklaim penentang 'sebenarnya tidak mendustakan Muhammad tapi mendustakan ayat Allah.'

