Bacaan
TopikPenghiburan kepada Nabi Muhammad
قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ ۖ فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ
(6:33) Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, tetapi orang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun saat Abu Jahl mengakui kepada Al-Akhnas secara sembunyi-sembunyi bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang jujur dan tidak pernah berbohong. Namun, Abu Jahl menolak beriman semata-mata karena gengsi kesukuan; ia tidak ingin Bani Qusayy memonopoli semua kehormatan termasuk kenabian. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun berkenaan dengan sikap kaum kafir terhadap Nabi êallallàhu ‘alaihi wasallam. Sebenarnya mereka tidak menuduh Nabi berdusta karena mereka mengakui Nabi sebagai orang yang jujur (al-Amìn), namun mereka mendustakan ayat-ayat Al-Qur’an yang beliau sampaikan. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Logical Fallacy
Ad Hominem Tu Quoque: Mengalihkan dari pertanyaan tentang bukti dengan mengklaim penentang 'sebenarnya tidak mendustakan Muhammad tapi mendustakan ayat Allah.'

