Bacaan
TopikPenolakan Tanda-tanda Ilahi dan Konsekuensinya
أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ
(6:6) Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka.
Cacat Logika
Cerita terpilih sebagai pola (hasty generalization). Binasanya generasi terdahulu dipakai sebagai peringatan. Kaum yang bertahan lama tanpa dibinasakan tidak ikut diceritakan, sehingga polanya terbentuk dari contoh yang dipilih.
Moral
Binasanya generasi terdahulu disebut sebagai peringatan, dan yang dibinasakan seluruh penduduk sebuah negeri sekaligus. Anak, orang tua, dan siapa pun yang tidak ikut memutuskan apa pun masuk ke dalam hitungan yang sama.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

