Al-An'am (Binatang Ternak) Ayat 6

Bacaan

TopikPenolakan Tanda-tanda Ilahi dan Konsekuensinya

أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ

(6:6) Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka.

Cacat Logika

Cerita terpilih sebagai pola (hasty generalization). Binasanya generasi terdahulu dipakai sebagai peringatan. Kaum yang bertahan lama tanpa dibinasakan tidak ikut diceritakan, sehingga polanya terbentuk dari contoh yang dipilih.

Moral

(6:6): Menormalisasi dan membanggakan pemusnahan massal dengan menyatakan bahwa Tuhan telah membinasakan generasi-generasi terdahulu murni karena dosa mereka, menjadikan genosida sebagai wujud nyata dari "keadilan" ilahi.

Sains

Klaim bahwa Allah 'menghancurkan' generasi-generasi sebelumnya sebagai hukuman historis — pendekatan supranatural terhadap sejarah yang tidak didukung arkeologi atau paleontologi; kepunahan peradaban memiliki sebab-sebab alami (iklim, penyakit, konflik).