Bacaan
TopikAyat 1-2: Nikmat Perjalanan Dagang Quraisy
إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ
(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.926)
Catatan Depag
*926) Orang Quraisy biasa mengadakan perjalanan terutama untuk berdagang ke negeri Syam pada musim panas dan ke negeri Yaman pada musim dingin. Dalam perjalanan itu mereka mendapat jaminan keamanan dari penguasa negeri-negeri yang dilaluinya. Ini adalah suatu nikmat yang sangat besar dari Allah kepada mereka. Oleh karena itu sewajarnyalah mereka menyembah Allah yang telah memberikan nikmat itu kepada mereka.
Kritik
Klaim tentang "kebiasaan" (Ilaf) suku Quraisy melakukan perjalanan dagang raksasa pada musim dingin dan musim panas ke Suriah dan Yaman adalah fiksi mufassir murni (dongeng eksegetis). Teks asli Al-Qur'an sama sekali tidak menyebut nama "Suriah", "Yaman", maupun karavan berskala internasional. Catatan sejarah dan arkeologis sekuler memastikan bahwa rute perdagangan rempah-rempah yang membelah Mekkah hanyalah khayalan abad pertengahan yang sengaja dikarang untuk melegitimasi tafsir ayat yang secara historis miskin informasi. (Patricia Crone, Quraysh and the Roman Army: Making Sense of the Meccan Leather Trade).

