Bacaan
TopikNasib Buruk Pelaku Kejahatan (10-15)
إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا
Sungguh, dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir).
Kritik
Ayat 5, 9, dan 13 (Teks yang Runtuh & Kontradiksi Kata): Setelah ayat 5, terdapat anak kalimat yang hilang (dropped out) yang seharusnya berbunyi 'alimat nafsun, sebagaimana yang selalu menyertai pola pengandaian tersebut di Surat 81:14 dan 82:5 Lebih fatal lagi, pada ayat 13 orang durhaka diancam karena dulu di dunia mereka masruran (bersukaria/gembira) Ini memicu kontradiksi, sebab di ayat 9 sifat "gembira" (masruran) justru dijanjikan sebagai hadiah masa depan untuk orang saleh Pakar teks menyimpulkan bahwa masruran di ayat 13 adalah korupsi dari kata shirriran atau shariran (berbuat sangat jahat), yang salah disalin oleh juru tulis karena kemiripan huruf
Logical Fallacy
(84:13-14): Appeal to motive - Menghukum pihak lawan dengan api mengerikan semata-mata karena dahulu mereka bersikap skeptis ("mengira tidak akan kembali") dan menikmati hidup sekuler "bergembira di kalangan keluarganya".

