Penggambaran hari penghakiman di mana manusia akan menerima "kitab catatan" dari sebelah kanan atau dari belakang punggungnya adalah murni adopsi metafora dari sistem pembukuan akuntansi (buku besar/ledger) komersial kuno. Menggambarkan hisab ilahi layaknya laporan untung-rugi pedagang membuktikan secara absolut bahwa audiens teks ini adalah masyarakat yang sangat melek literasi dan piawai dalam administrasi bisnis tingkat tinggi. Ini menghancurkan dogma tradisional yang mengklaim mereka adalah kaum "ummi" (buta huruf). (Patricia Crone, How Did the Quranic Pagans Make a Living?).